Cara cek dan meningkatkan Domain Rating website dimulai dengan mengetahui skor DR saat ini, membandingkannya dengan kompetitor yang relevan, lalu memperbaiki profil backlink. Anda bisa mengecek DR melalui Bulkmetrik atau alat resmi Ahrefs, kemudian menyusun langkah berdasarkan kondisi website.

Namun, kenaikan DR tidak otomatis membuat artikel masuk halaman pertama Google. Gunakan metrik ini untuk memahami kekuatan profil tautan, sambil tetap memperhatikan kualitas konten, trafik organik, dan hasil yang diperoleh bisnis.

Apa Itu Domain Rating Website?

Domain Rating atau DR adalah metrik Ahrefs yang menggambarkan kekuatan relatif profil backlink sebuah domain pada skala 0 sampai 100. Penilaiannya membandingkan domain tersebut dengan website lain dalam basis data Ahrefs.

DR berlaku pada tingkat domain, bukan satu artikel tertentu. Karena itu, halaman baru pada website dengan DR tinggi belum tentu langsung memiliki backlink atau performa pencarian yang kuat. Penjelasan dasarnya tersedia dalam panduan Domain Rating Ahrefs.

Skalanya bersifat logaritmik. Kenaikan beberapa poin pada skor tinggi umumnya lebih sulit dicapai daripada kenaikan serupa pada skor rendah. Jadi, target pertumbuhan sebaiknya mengikuti kondisi awal website.

Apa Saja yang Memengaruhi Domain Rating?

Ahrefs mempertimbangkan domain unik yang memberikan tautan, kekuatan domain pemberi tautan, serta jumlah domain lain yang ditautkan oleh sumber tersebut. Domain pemberi tautan disebut referring domain atau domain perujuk.

Jumlah backlink berbeda dari jumlah referring domain. Sebagai contoh, 50 tautan dari satu website tetap berasal dari satu domain perujuk. Angka backlink yang besar belum tentu menunjukkan sumber tautan yang beragam.

Dalam penjelasan perhitungan dan peningkatan DR, Ahrefs menyebut bahwa tautan yang diperhitungkan untuk DR adalah tautan followed. Tautan dengan atribut nofollow, sponsored, atau ugc tidak meningkatkan DR menurut metode tersebut. Meski demikian, tautan itu tetap bisa membantu orang menemukan bisnis atau konten Anda.

Kecepatan website, frekuensi menerbitkan artikel, dan umur domain bukan input langsung perhitungan DR. Konten yang baik dapat membantu memperoleh rujukan, tetapi menerbitkan banyak artikel saja tidak otomatis menaikkan skor.

Cara Cek Domain Rating Website di Bulkmetrik

Jika ingin membandingkan beberapa domain dalam satu tempat, gunakan fitur cek domain Bulkmetrik. Halaman pengecekan gratisnya menampilkan DR bersama metrik pendukung, sesuai ketersediaan data.

1. Buka halaman pengecekan, lalu masukkan domain yang ingin diperiksa, misalnya example.com. Jika memeriksa beberapa domain, masukkan satu domain per baris.

2. Untuk pengecekan gratis, masukkan maksimal tiga domain sekaligus selama kuota masih tersedia. Anda bisa memulai dari website sendiri dan dua kompetitor dengan topik sejenis.

3. Klik Cek Domain Gratis dan selesaikan verifikasi keamanan jika diminta. Tunggu proses pengecekan selesai, lalu cari kolom Domain Rating atau DR pada hasilnya.

4. Catat skor dan tanggal pemeriksaan. Baca juga metrik lain sebagai konteks, bukan sebagai pengganti DR. Jika muncul tanda bahwa data belum tersedia, jangan langsung mengartikannya sebagai nilai nol.

Menurut keterangan sumber data Bulkmetrik, DR merupakan metrik Ahrefs, sedangkan Domain Authority, Page Authority, dan Spam Score merupakan metrik Moz. Data diperoleh melalui integrasi penyedia dan dapat memakai hasil tersimpan, sehingga nilainya tidak selalu berubah bersamaan dengan layanan sumber.

Cara Cek DR Langsung Melalui Ahrefs

Untuk memeriksa melalui penyedia metriknya, buka Ahrefs Website Authority Checker. Masukkan domain, jalankan pemeriksaan, lalu baca nilai Domain Rating yang ditampilkan.

Jika memerlukan rincian sumber backlink, gunakan Site Explorer sesuai akses akun Anda. Pastikan cakupan pemeriksaannya sama ketika membandingkan domain, termasuk pengaturan subdomain jika tersedia.

Ahrefs juga menjelaskan bahwa DR tidak memasukkan trafik, umur domain, atau spam tautan sebagai variabel langsung. Karena itu, skor tinggi perlu dibaca bersama pemeriksaan isi website dan profil tautannya.

Bedakan DR, DA, PA, Spam Score, dan Bulkmetrik Rating

Domain Rating mengukur kekuatan relatif profil backlink domain menurut Ahrefs. Domain Authority atau DA adalah metrik Moz untuk memperkirakan potensi peringkat suatu domain, sedangkan Page Authority atau PA berlaku pada halaman tertentu. Ketiganya memiliki cakupan atau metode berbeda.

Spam Score dari Moz merupakan indikator untuk pemeriksaan lanjutan, bukan bukti bahwa sebuah website sudah terkena penalti. Bulkmetrik Rating atau BMR adalah skor gabungan buatan Bulkmetrik yang menggunakan DR, DA, PA, dan Spam Score.

Umur domain dan IP server memberi konteks tambahan. Usia pendaftaran tidak otomatis membuktikan kualitas website, sedangkan kesamaan IP dapat terjadi karena hosting bersama atau CDN. Penjelasan sumber dan batasan setiap metrik tersedia di panduan metrik Bulkmetrik.

Berapa Skor Domain Rating yang Bagus?

Tidak ada satu angka DR yang wajib dicapai semua website. Bandingkan skor dengan website yang membahas topik serupa dan bersaing pada pencarian yang ingin Anda jangkau. Membandingkan blog usaha lokal dengan portal berita nasional sering kali kurang membantu.

Sebagai ilustrasi, jika beberapa kompetitor sejenis memiliki DR 20 sampai 35, rentang itu dapat menjadi konteks awal untuk riset. Angka tersebut bukan patokan universal atau syarat agar website bisa mendapat peringkat.

Ahrefs menekankan pendekatan perbandingan dalam panduan menilai skor DR. Periksa juga halaman yang muncul di hasil pencarian: apakah isinya lebih lengkap, lebih sesuai kebutuhan pembaca, atau memiliki rujukan yang lebih relevan?

Cara Meningkatkan Domain Rating Website Secara Bertahap

Fokus utamanya adalah mengembangkan profil backlink melalui rujukan yang layak diperoleh. Alur berikut membantu menghubungkan pengecekan skor dengan pekerjaan yang bisa dilakukan.

Lima langkah mengembangkan profil backlink: cek kondisi awal, bandingkan kompetitor, buat konten rujukan, jangkau sumber relevan, dan pantau hasil.

Mulai dari kondisi awal, kerjakan satu prioritas yang jelas, lalu tinjau perubahan sumber tautan dan hasil website secara berkala.

1. Buat Konten yang Layak Menjadi Rujukan

Berikan alasan yang jelas bagi website lain untuk mengutip Anda. Bentuknya bisa berupa riset sederhana, data asli, panduan berdasarkan praktik, template, atau alat bantu yang menyelesaikan masalah pembaca.

Misalnya, website usaha kopi dapat menerbitkan panduan perbandingan metode seduh berdasarkan pengujian sendiri. Jelaskan alat, takaran, proses, hasil, dan keterbatasannya agar pembaca memahami dasar kesimpulan.

Cantumkan penulis dan pengalaman yang relevan, sertakan sumber untuk klaim penting, serta perbarui informasi yang sudah berubah. Pendekatan ini selaras dengan panduan konten bermanfaat dari Google. Konten seperti ini memberi alasan untuk dirujuk, meskipun tidak menjamin backlink akan datang.

2. Cari Peluang dari Website yang Relevan

Pelajari sumber tautan kompetitor untuk menemukan media, komunitas, asosiasi, atau blog industri yang membahas kebutuhan audiens Anda. Nilai hubungan topiknya, kualitas isi halaman, dan alasan sebuah tautan ditempatkan.

Susun daftar calon sumber beserta halaman yang relevan dan materi yang bisa Anda tawarkan. Jika menghubungi pengelolanya, jelaskan manfaat materi tersebut untuk pembaca mereka. Hindari pesan massal yang hanya meminta backlink.

Jangan menolak sebuah website semata-mata karena DR-nya rendah. Ahrefs menjelaskan bahwa DR rendah bukan bukti spam. Website baru yang dikelola dengan baik tetap dapat menjadi sumber rujukan yang relevan.

3. Periksa Backlink yang Hilang dan Halaman Tujuannya

Sebelum mencari rujukan baru, periksa tautan yang sebelumnya sudah Anda peroleh. Apakah halaman sumber dihapus, tautannya berubah, atau URL tujuan di website Anda tidak lagi bisa dibuka?

Jika halaman penting tidak sengaja hilang, pulihkan kontennya. Jika konten berpindah permanen, arahkan URL lama ke pengganti yang relevan. Anda juga dapat menghubungi penerbit ketika tautan salah alamat dan pembetulannya membantu pembaca.

Proses menelusuri dan mengupayakan kembali tautan yang hilang dikenal sebagai link reclamation. Langkah ini membantu mempertahankan rujukan yang berguna, tetapi dampaknya terhadap DR tetap bergantung pada profil tautan secara keseluruhan.

4. Rapikan Internal Link dan Kondisi Teknis Website

Hubungkan artikel rujukan dengan halaman terkait agar pengunjung mudah melanjutkan pencarian informasi. Gunakan teks tautan yang menjelaskan tujuan halaman dan pastikan tautannya dapat diakses.

Panduan tautan Google menjelaskan bahwa link membantu penemuan halaman dan pemahaman konteks. Perbaiki juga halaman penting yang error serta hambatan akses pada konten utama.

Internal link dan perbaikan teknis mendukung performa website, tetapi bukan pengganti backlink dari domain lain dalam perhitungan DR. Jangan menganggap memasang plugin atau mempercepat halaman pasti menaikkan skor.

5. Hindari Manipulasi Backlink demi Mengejar Angka

Jangan menjadikan paket ribuan backlink, komentar otomatis, atau pertukaran tautan berlebihan sebagai jalan pintas. Perubahan angka pada alat SEO belum tentu mencerminkan manfaat bagi pembaca atau peningkatan performa pencarian.

Kebijakan spam Google melarang pembuatan tautan yang terutama bertujuan memanipulasi peringkat. Untuk tautan iklan atau sponsor, gunakan penandaan yang sesuai, seperti atribut sponsored atau nofollow.

Nilai kerja sama dari relevansi audiens, kualitas publikasi, dan manfaat informasinya. Hindari menetapkan kewajiban tautan yang melanggar kebijakan hanya demi menaikkan DR.

6. Pantau DR Bersama Trafik dan Konversi

Gunakan jadwal evaluasi yang konsisten, misalnya sebulan sekali. Catat DR, domain perujuk baru dan hilang, halaman yang mendapat rujukan, serta pekerjaan yang dilakukan selama periode tersebut.

Periksa klik dan tayangan melalui laporan performa Google Search Console. Untuk hasil bisnis, pantau tindakan yang relevan, seperti pengisian formulir, pertanyaan pelanggan, atau pembelian melalui sistem analitik Anda.

Jika DR naik tetapi trafik dan konversi tidak berubah, periksa kembali topik, kualitas halaman tujuan, dan kebutuhan pengunjung. Skor merupakan salah satu bahan evaluasi, bukan hasil akhir strategi SEO.

Mengapa Domain Rating Bisa Turun?

DR dapat turun ketika website kehilangan tautan yang berpengaruh, atribut tautan berubah menjadi nofollow, atau kekuatan domain pemberi tautan menurun. Karena bersifat relatif, perubahan profil website lain juga dapat memengaruhi posisi skor Anda.

Penjelasan Ahrefs tentang penurunan DR menunjukkan bahwa penurunan tidak selalu disebabkan oleh hilangnya backlink. Tinjau perubahan sumber tautan dan performa website sebelum menyimpulkan penyebabnya.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Meningkatkan DR?

Tidak ada tenggat yang berlaku untuk semua website. Hasil bergantung pada perubahan profil backlink, penemuan dan pemrosesan data oleh Ahrefs, serta posisi relatif domain lain. Hasil tersimpan pada layanan pengecekan juga bisa membuat perubahan belum langsung terlihat.

Gunakan target pekerjaan yang bisa dikendalikan, seperti menyelesaikan riset, memperbaiki halaman rujukan, dan menghubungi sumber yang relevan. Hindari menjanjikan kenaikan sejumlah poin dalam hitungan hari.

Apakah DR Tinggi Menjamin Peringkat Pertama Google?

Tidak. DR merupakan metrik pihak ketiga. Ahrefs menyatakan tidak ada bukti mesin pencari menggunakan skor DR sebagai faktor peringkat. Kenaikan skor tidak otomatis membuat halaman lebih sesuai dengan pencarian pengguna.

Mulai evaluasi melalui cek Domain Rating di Bulkmetrik, bandingkan website yang relevan, lalu tentukan prioritas konten dan backlink. Ukur keberhasilannya dari perkembangan profil tautan sekaligus manfaat nyata yang diperoleh website.