Riset kompetitor adalah proses mengumpulkan dan membandingkan informasi tentang pesaing untuk memahami pilihan yang tersedia bagi pelanggan. Informasi yang diperiksa bisa berupa produk, harga, layanan, pemasaran, hingga pengalaman pembeli.

Dengan menerapkan 5 cara melakukan riset kompetitor untuk bisnis berikut, Anda dapat menemukan bagian usaha yang perlu diperbaiki dan peluang yang layak diuji. Hasil akhirnya sebaiknya berupa keputusan yang jelas, bukan sekadar daftar keunggulan pesaing.

Panduan ini menggunakan contoh usaha laundry agar langkahnya mudah dipahami. Cara yang sama dapat disesuaikan untuk toko online, usaha makanan, jasa profesional, maupun bisnis yang mengandalkan website.

1. Tentukan Tujuan Riset dan Pilih Kompetitor yang Relevan

Sebelum mencari informasi, tentukan keputusan yang ingin Anda ambil. Apakah Anda sedang mempertimbangkan layanan baru, memperbaiki penawaran, mencari ide konten, atau memahami alasan pelanggan memilih bisnis lain?

Tujuan tersebut membantu membatasi riset. Jika Anda ingin menambahkan layanan antar jemput laundry, informasi tentang cakupan wilayah, jadwal, minimum pesanan, dan biaya pengantaran lebih berguna daripada jumlah pengikut media sosial pesaing.

Mulailah dengan tiga sampai lima kompetitor yang melayani kebutuhan pelanggan serupa. Jumlah ini merupakan saran awal agar riset mudah dikerjakan, bukan aturan wajib. Untuk usaha lokal, pertimbangkan wilayah layanan, kelompok pelanggan, serta kisaran harga.

Bedakan kompetitor langsung dan tidak langsung. Laundry kiloan di lingkungan yang sama dapat menjadi pesaing langsung. Sementara itu, laundry mandiri atau jasa asisten rumah tangga bisa menjadi alternatif yang dipilih pelanggan untuk menyelesaikan kebutuhan mencuci.

Perhatikan juga pesaing di hasil pencarian. Website yang muncul untuk kata kunci bisnis Anda belum tentu menjual layanan yang sama. Sebagian mungkin berupa direktori, marketplace, atau artikel informasi. Catat mereka sebagai pesaing pencarian jika memang relevan dengan tujuan riset website.

Buat catatan awal berisi nama bisnis, alamat website atau profil publik, wilayah layanan, target pelanggan, alasan dipilih, dan tanggal pemeriksaan. Jika suatu informasi belum tersedia, tulis “belum diketahui” agar tidak tercampur dengan kesimpulan pribadi.

2. Bandingkan Produk, Harga, dan Pengalaman Pelanggan

Setelah menentukan pesaing, bandingkan penawaran mereka dengan kondisi yang setara. Harga murah belum tentu memberikan manfaat yang sama, sementara harga lebih tinggi bisa mencakup layanan tambahan.

Pada usaha laundry, periksa jenis layanan, harga per kilogram, minimum berat, perkiraan selesai, pilihan pewangi, antar jemput, dan ketentuan penanganan keluhan. Pisahkan harga reguler dari promo pelanggan baru atau penawaran dengan syarat khusus.

Misalnya, harga Rp7.000 per kilogram untuk pengerjaan tiga hari tidak bisa langsung dibandingkan dengan harga Rp9.000 untuk pengerjaan dua hari dan layanan antar jemput. Anda perlu memahami apa yang diperoleh pelanggan dari masing-masing pilihan.

Periksa pula kemudahan pemesanan. Apakah informasi harga mudah ditemukan? Apakah cakupan layanan dijelaskan? Apakah pelanggan dapat memahami langkah pemesanan tanpa harus bertanya berulang kali? Catat hambatan yang benar-benar terlihat dari informasi publik.

Gunakan matriks perbandingan sederhana. Letakkan nama bisnis sebagai kolom dan aspek penawaran sebagai baris. Tambahkan sumber serta tanggal pengamatan supaya informasi dapat diperiksa kembali ketika harga atau ketentuannya berubah.

Simulasi perbandingan harga, estimasi selesai, dan antar jemput tiga usaha laundry serta alur mengubah temuan menjadi uji layanan

Infografik di atas merupakan simulasi, bukan data bisnis nyata. Laundry A menawarkan harga Rp7.000 per kilogram dengan estimasi tiga hari tanpa antar jemput. Laundry B menawarkan Rp9.000 dengan estimasi dua hari dan antar jemput dalam radius dua kilometer. Bisnis Anda dicontohkan memiliki harga Rp8.000 dengan estimasi tiga hari dan belum menyediakan antar jemput.

Dari perbandingan tersebut, Anda belum bisa menyimpulkan bisnis mana yang paling laku. Namun, Anda sudah memiliki pertanyaan yang dapat diuji: apakah pelanggan bersedia memilih layanan karena lebih mudah diakses, meskipun harganya bukan yang paling murah?

3. Pelajari Strategi Pemasaran, Website, dan SEO Kompetitor

Amati bagaimana kompetitor memperkenalkan produk dan mengajak calon pelanggan melakukan pemesanan. Periksa website, akun media sosial, profil bisnis, serta iklan publik yang relevan. Fokus pada pesan yang disampaikan, bukti yang ditampilkan, dan langkah berikutnya yang ditawarkan kepada pengunjung.

Untuk konten media sosial, pilih periode pengamatan yang sama. Sebagai contoh, bandingkan unggahan selama satu bulan. Catat tema, format, penawaran, dan pertanyaan yang muncul di komentar. Jumlah suka atau pengikut tidak cukup untuk memastikan sebuah konten menghasilkan penjualan.

Anda dapat menggunakan Meta Ad Library untuk meninjau iklan aktif yang tersedia dari pengiklan terkait. Pelajari judul, visual, penawaran, dan halaman tujuannya. Keberadaan iklan tidak membuktikan bahwa kampanye tersebut menguntungkan.

Untuk website, cari beberapa frasa yang mungkin digunakan pelanggan, seperti “laundry antar jemput” disertai nama wilayah. Bedakan iklan, hasil lokal, dan hasil organik. Catat halaman yang muncul serta kebutuhan yang dijawab. Hasil pencarian dapat berbeda menurut lokasi, waktu, dan konteks pengguna.

Periksa apakah kompetitor memiliki halaman harga, penjelasan wilayah layanan, panduan pemesanan, atau jawaban atas pertanyaan pelanggan yang belum tersedia di website Anda. Pendekatan pencarian peluang konten juga dibahas dalam panduan analisis kompetitor SEO dari Ahrefs.

Jika membutuhkan perbandingan profil domain, Anda dapat menggunakan Bulkmetrik untuk mengecek Bulkmetrik Rating, Domain Rating, Page Authority, Spam Score, umur domain, dan IP server. Menurut keterangan layanannya, Bulkmetrik menggunakan integrasi penyedia data dan dapat menampilkan hasil tersimpan yang masih berlaku.

Bedakan asal datanya. Domain Rating berasal dari Ahrefs, sedangkan Page Authority dan Spam Score berasal dari Moz. Bulkmetrik Rating merupakan skor olahan Bulkmetrik. Data umur domain dan IP menggunakan sumber berbeda, yaitu RDAP dan DNS, sehingga tidak tepat menganggap seluruh informasi tersebut berasal dari Ahrefs atau Moz.

Gunakan metrik sebagai bahan perbandingan awal, bukan bukti jumlah pelanggan atau keberhasilan bisnis. Domain Rating menggambarkan kekuatan relatif profil backlink menurut Ahrefs. Anda dapat membaca batas pengertiannya dalam penjelasan resmi Domain Rating. Domain dengan skor lebih tinggi belum tentu memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Untuk melengkapi pengamatan, gunakan Google Trends jika tersedia data untuk topik yang diperiksa. Samakan wilayah dan rentang waktu saat membandingkan istilah. Nilainya menunjukkan minat pencarian relatif, bukan jumlah transaksi atau volume pencarian bulanan yang pasti.

4. Baca Ulasan untuk Memahami Kebutuhan Pelanggan

Ulasan membantu Anda memahami hal yang diperhatikan pelanggan setelah menggunakan sebuah layanan. Bacalah pujian dan keluhan dari sumber publik yang relevan, seperti profil bisnis, marketplace, atau komentar pada akun resmi.

Jangan berhenti pada jumlah bintang. Cari pola yang berulang, misalnya pelanggan sering memuji ketepatan waktu, kemasan rapi, atau kemudahan pemesanan. Sebaliknya, keluhan berulang bisa berkaitan dengan informasi biaya yang kurang jelas atau hasil layanan yang tidak sesuai harapan.

Kelompokkan temuan berdasarkan tema. Untuk laundry, Anda bisa menggunakan kategori hasil cucian, ketepatan waktu, komunikasi, harga, serta pengantaran. Catat periode dan jumlah ulasan yang dibaca agar cakupan pengamatan tetap jelas.

Hindari menyimpulkan kondisi seluruh bisnis hanya dari satu ulasan. Ulasan lama mungkin tidak lagi menggambarkan layanan saat ini, dan ulasan publik tidak selalu mewakili seluruh pelanggan. Respons pemilik bisnis juga perlu dibaca untuk memahami konteksnya.

Selanjutnya, cocokkan temuan dengan pengalaman pelanggan Anda sendiri. Tanyakan secara netral apa yang paling mereka pertimbangkan saat memilih layanan dan kesulitan apa yang pernah mereka alami. Hindari pertanyaan yang mengarahkan jawaban, seperti “Anda pasti lebih suka antar jemput, kan?”

Contoh pertanyaan yang lebih terbuka adalah “Apa yang membuat Anda memilih tempat laundry?” atau “Bagian mana dari proses mencuci yang paling merepotkan?” Jawabannya dapat membantu menguji apakah peluang yang terlihat dari kompetitor memang penting bagi pelanggan Anda.

5. Ubah Temuan Menjadi Strategi yang Bisa Diuji

Riset kompetitor baru berguna ketika hasilnya membantu Anda memilih tindakan. Pisahkan tiga hal dalam catatan: fakta yang ditemukan, dugaan tentang kebutuhan pelanggan, dan rencana pengujian.

Dalam simulasi laundry, faktanya adalah Laundry B menawarkan antar jemput. Dugaannya, sebagian pelanggan mungkin lebih mengutamakan kemudahan daripada selisih harga. Rencana pengujiannya bisa berupa layanan antar jemput terjadwal pada wilayah terbatas.

Pilih satu peluang yang sesuai dengan kemampuan usaha. Pertimbangkan manfaat bagi pelanggan, biaya pelaksanaan, kesiapan tim, dan seberapa kuat bukti pendukungnya. Hindari mengubah banyak hal sekaligus karena Anda akan kesulitan mengetahui perubahan mana yang berpengaruh.

Sebagai contoh, uji layanan antar jemput selama 14 hari dengan batas wilayah, jadwal, dan minimum pesanan yang jelas. Durasi ini hanya contoh rancangan awal. Jika jumlah pesanan masih sedikit, Anda mungkin membutuhkan waktu lebih panjang sebelum menilai hasilnya.

Catat jumlah pengguna layanan, pesanan yang masuk, biaya pengantaran, ketepatan waktu, dan keluhan. Bedakan pesanan tambahan dari pelanggan yang hanya memindahkan cara pemesanan. Bertambahnya penggunaan antar jemput belum tentu berarti pendapatan tambahan cukup untuk menutup biayanya.

Bandingkan hasil dengan periode yang sebanding sambil memperhatikan perubahan promo, musim, atau kapasitas operasional. Tanpa pengujian yang terkontrol, perubahan hasil belum tentu seluruhnya disebabkan oleh layanan baru.

Untuk pengembangan website, contoh tindakan bisa berupa membuat halaman layanan dengan harga dan cakupan wilayah yang lebih jelas. Ukur pertanyaan masuk atau pemesanan yang dapat ditelusuri dari halaman tersebut, bukan hanya pertambahan kunjungan.

Simpan hasil riset dalam catatan yang mudah diperbarui: kompetitor, aspek perbandingan, temuan, sumber, tanggal, dugaan, tindakan, dan ukuran keberhasilan. Anda dapat memeriksa perubahan secara berkala atau saat akan meluncurkan penawaran baru.

Mulailah dari tiga kompetitor, satu tujuan riset, dan satu tindakan yang dapat diuji. Dengan cara ini, Anda bisa belajar dari pasar sambil membangun penawaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan kemampuan bisnis sendiri.