Cara menggunakan Google Keyword Planner dimulai dengan membuka akun Google Ads, memilih fitur pencarian keyword, memasukkan topik, lalu menyesuaikan lokasi dan membaca hasilnya. Setelah itu, Anda dapat memilih kata kunci yang relevan untuk rencana konten atau kampanye iklan.

Bagi pemula, bagian yang membutuhkan perhatian bukan hanya menemukan keyword dengan pencarian tinggi. Anda juga perlu memahami arti setiap kolom agar tidak salah menyimpulkan peluang sebuah topik.

Panduan berikut membahas prosesnya secara bertahap, termasuk cara memanfaatkan hasil riset untuk SEO. Contoh bertema kopi digunakan sebagai ilustrasi dan tidak mewakili data pencarian yang sudah diukur.

Apa Itu Google Keyword Planner?

Google Keyword Planner adalah alat gratis di Google Ads untuk menemukan ide kata kunci dan membantu perencanaan iklan penelusuran. Alat ini menyediakan estimasi pencarian serta informasi yang berkaitan dengan penawaran iklan.

Walaupun dirancang untuk pengiklan, ide yang dihasilkan dapat menjadi bahan awal riset konten SEO. Misalnya, pemilik toko kopi dapat menggunakannya untuk mengeksplorasi topik produk, cara penyajian, atau kebutuhan calon pembeli.

Hasilnya tetap perlu diperiksa. Daftar keyword belum menjelaskan secara lengkap jenis jawaban yang diinginkan pencari atau kualitas konten yang sudah bersaing di Google.

Persiapan Sebelum Menggunakan Google Keyword Planner

Siapkan akun Google, akun Google Ads, topik bisnis, dan wilayah pembaca yang ingin dituju. Menentukan sasaran sejak awal membuat daftar keyword lebih mudah disaring.

Menurut panduan akses Keyword Planner, penyiapan akun perlu diselesaikan, termasuk informasi penagihan, untuk memakai fitur dasar seperti mendapatkan ide kata kunci.

Jika belum memiliki akun Google Ads, ikuti panduan pendaftaran Google Ads. Google menjelaskan adanya pilihan membuat akun tanpa kampanye dalam proses pendaftaran. Gunakan pilihan tersebut jika tersedia dan tujuan Anda baru sebatas riset.

Periksa negara penagihan, zona waktu, dan informasi pembayaran sebelum menyelesaikan pendaftaran. Pada akun tertentu, Google dapat meminta otorisasi sementara atau pembayaran awal untuk verifikasi. Membuka alat gratis dan menyiapkan pembayaran akun merupakan dua hal yang perlu dipahami terpisah.

1. Buka Keyword Planner melalui Google Ads

Masuk ke Google Ads menggunakan akun yang sesuai. Setelah berada di dashboard, buka Alat atau Tools, pilih Perencanaan atau Planning, kemudian buka Keyword Planner.

Nama menu mengikuti bahasa antarmuka yang digunakan. Jika Anda memiliki beberapa akun Google Ads, pastikan akun yang dipilih memang akun yang ingin dipakai untuk riset.

2. Pilih Fitur Sesuai Tujuan Riset

Untuk mencari ide dari awal, pilih Temukan kata kunci baru atau Discover new keywords. Pilihan ini sesuai ketika Anda baru memiliki topik umum dan ingin mengembangkannya.

Jika sudah memiliki daftar keyword, pilih Dapatkan volume penelusuran dan perkiraan atau Get search volume and forecasts. Gunakan fitur tersebut untuk memeriksa daftar yang telah dikumpulkan.

Sebagai latihan pertama, mulailah dengan Temukan kata kunci baru agar Anda memahami hubungan antara topik awal dan saran yang muncul.

3. Masukkan Kata Kunci Awal yang Relevan

Pada pilihan Mulai dengan kata kunci, masukkan istilah yang menggambarkan produk atau layanan. Beberapa frasa dapat dipisahkan dengan koma. Ada pula pilihan Mulai dengan situs untuk menghasilkan ide berdasarkan konten website.

Untuk contoh toko kopi, kata kunci awal dapat berupa kopi arabika, biji kopi, atau kopi bubuk. Jalankan pencarian dengan beberapa istilah yang masih berhubungan agar hasilnya mudah dibandingkan.

Hindari memulai dari istilah yang terlalu luas seperti minuman. Sebaliknya, frasa yang sangat panjang dan terlalu khusus dapat membuat eksplorasi awal menjadi sempit. Gunakan kategori yang cukup jelas, lalu perdalam setelah melihat hasilnya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan saran Google untuk menemukan keyword baru: pikirkan istilah yang digunakan pelanggan dan berikan detail secukupnya.

Klik Dapatkan hasil atau Get results untuk menampilkan saran keyword.

4. Sesuaikan Lokasi, Bahasa, Jaringan, dan Periode

Periksa pengaturan riset sebelum membandingkan angka. Gunakan lokasi Indonesia jika target Anda nasional, atau wilayah layanan yang relevan untuk bisnis lokal.

Sesuaikan bahasa dengan pembaca yang dituju. Untuk riset yang berfokus pada Google Penelusuran, pilih jaringan Google. Pilihan Google dan partner Penelusuran memiliki cakupan berbeda.

Perhatikan juga rentang tanggal. Sebagai titik awal, Anda dapat meninjau satu tahun agar perubahan musiman lebih mudah terlihat. Untuk kebutuhan khusus, bandingkan periode yang relevan dengan aktivitas bisnis.

Misalnya, penjual hampers perlu memeriksa pola menjelang hari besar. Jangan menganggap lonjakan pada satu periode akan bertahan sepanjang tahun. Saat membandingkan beberapa keyword, pertahankan pengaturan yang sama.

5. Pahami Arti Metrik Keyword Planner

Penelusuran bulanan rata-rata menunjukkan estimasi frekuensi pencarian keyword beserta varian miripnya dalam konteks periode, lokasi, dan jaringan yang dipilih. Angka ini bukan jumlah pengunjung yang pasti masuk ke website Anda.

Persaingan atau Competition menggambarkan persaingan pengiklan. Label rendah, sedang, atau tinggi tidak mengukur kesulitan memperoleh peringkat organik.

Bid halaman bagian atas menunjukkan kisaran bid historis untuk penempatan iklan di bagian atas hasil pencarian. Nilainya bukan biaya SEO maupun jaminan penjualan.

Gunakan penjelasan metrik Google sebagai acuan ketika menemukan kolom yang belum dipahami.

Infografik cara membaca volume pencarian, persaingan pengiklan, dan bid di Google Keyword Planner untuk memilih keyword sesuai kebutuhan pencari

6. Saring Keyword dan Periksa Maksud Pencariannya

Gunakan filter teks kata kunci, penelusuran bulanan, atau kategori yang tersedia untuk mempersempit daftar. Keluarkan istilah yang tidak berkaitan dengan produk, layanan, dan pembaca Anda.

Setelah mendapatkan kandidat, cari frasa tersebut di Google. Perhatikan apakah hasilnya banyak menampilkan panduan, kategori produk, halaman jasa, video, atau artikel perbandingan.

Sebagai ilustrasi, cara menyeduh kopi arabika mengarah pada kebutuhan panduan. Sementara itu, jual kopi arabika lebih dekat dengan kebutuhan membeli. Tetap periksa hasil pencarian karena suatu frasa dapat memiliki lebih dari satu maksud.

Gunakan pengamatan tersebut untuk menentukan bentuk halaman. Artikel panjang belum tentu menjadi jawaban yang tepat jika pencari sebenarnya membutuhkan pilihan produk dan informasi pemesanan.

7. Simpan Hasil dan Susun Rencana Konten

Setelah menyaring hasil, gunakan pilihan Download ide kata kunci untuk menyimpan data. Anda juga dapat menyimpan keyword ke dalam rencana yang tersedia di Keyword Planner.

Untuk pekerjaan SEO, olah hasilnya dalam lembar kerja. Catat keyword, lokasi, periode data, maksud pencarian, bentuk halaman, dan prioritas pengerjaan. Simpan tanggal riset agar data lama mudah dikenali saat ditinjau kembali.

Kelompokkan variasi yang menjawab kebutuhan serupa. Contohnya, cara menyeduh kopi arabika dan cara membuat seduhan arabika dapat menjadi kandidat untuk satu panduan jika hasil pencariannya menunjukkan kebutuhan yang sama.

Jangan langsung membuat halaman terpisah untuk setiap variasi kecil. Periksa dahulu apakah pembahasannya benar-benar berbeda atau justru akan mengulang isi yang sama.

Untuk menentukan prioritas, pertimbangkan kedekatan topik dengan bisnis, manfaat bagi pembaca, dan kemampuan Anda memberikan informasi yang lebih jelas. Volume menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya alasan memilih topik.

8. Evaluasi Konten setelah Diterbitkan

Setelah konten terbit dan memperoleh data, gunakan Google Search Console untuk meninjau performanya. Periksa kueri yang menampilkan halaman, jumlah tayangan, klik, dan CTR pada laporan performa.

Jika halaman memperoleh tayangan tetapi sedikit klik, tinjau judul, cuplikan, posisi, dan hasil pencarian yang bersaing. Jangan langsung menyimpulkan bahwa keyword yang dipilih salah.

Perhatikan pula kueri yang belum dijawab dengan jelas dalam artikel. Temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk menambahkan contoh, memperjelas langkah, atau memperbarui informasi.

Bandingkan periode yang sebanding dan catat perubahan yang dilakukan. Dengan begitu, riset berikutnya dapat memakai pengalaman dari website sendiri, bukan hanya estimasi sebelum publikasi.

Cara Mengecek Daftar Keyword yang Sudah Dimiliki

Buka Dapatkan volume penelusuran dan perkiraan, lalu tempelkan daftar keyword. Anda juga dapat mengunggah file CSV satu kolom dengan nama kolom Keyword. Berikut contoh formatnya:

Keyword
kopi arabika
biji kopi arabika
cara menyeduh kopi arabika

Setelah diproses, periksa pengaturan dan metrik yang tersedia. Bagian perkiraan klik, tayangan, dan biaya berkaitan dengan skenario iklan, bukan prediksi kunjungan organik artikel.

Contoh Mengubah Riset Keyword Menjadi Ide Artikel

Misalnya, Anda mengelola toko kopi yang ingin membantu pembeli pemula memilih dan menyeduh produk. Mulailah dengan mengumpulkan kandidat keyword, lalu kelompokkan berdasarkan masalah pembaca.

Kelompok pengenalan dapat membahas perbedaan arabika dan robusta. Kelompok penggunaan dapat membahas cara menyeduh kopi arabika. Kelompok pembelian dapat diarahkan ke kategori produk dengan penjelasan rasa, ukuran kemasan, dan pilihan gilingan.

Untuk kandidat cara menyeduh kopi arabika, sebuah rancangan judul adalah Cara Menyeduh Kopi Arabika di Rumah untuk Pemula. Isinya dapat mencakup alat, takaran, tahapan penyeduhan, dan cara memperbaiki rasa yang kurang sesuai.

Rancangan tersebut masih perlu divalidasi melalui hasil pencarian dan kebutuhan pelanggan. Nilai tambah artikel sebaiknya berasal dari penjelasan yang jelas, foto proses, atau pengalaman yang benar-benar Anda miliki.

Bagaimana Jika Volume Pencarian Ditampilkan sebagai Rentang?

Jika akun menampilkan rentang, perlakukan hasilnya sesuai tingkat ketelitian tersebut. Jangan mengubah rentang menjadi angka pasti atau memakai titik tengahnya seolah-olah merupakan hasil pengukuran Google.

Gunakan rentang untuk perbandingan awal, kemudian lengkapi keputusan dengan relevansi topik dan pemeriksaan hasil pencarian. Dua keyword dalam rentang yang sama tetap dapat memiliki kebutuhan pembaca yang berbeda.

Mengapa Ide Keyword Sedikit atau Tidak Muncul?

Coba periksa ejaan, perluas istilah awal, atau kurangi filter yang terlalu ketat. Pastikan topik yang dimasukkan masih jelas dan sesuai dengan bisnis.

Google juga menjelaskan bahwa keyword dengan volume sangat rendah atau topik tertentu yang dianggap sensitif dapat tidak tersedia. Karena itu, hasil kosong tidak selalu berarti tidak ada orang yang membutuhkan informasi tersebut.

Jika masalahnya ada pada akses alat, periksa apakah penyiapan akun sudah selesai. Gunakan pusat bantuan Google Ads ketika menu tetap tidak tersedia atau akun terus kembali ke proses pendaftaran.

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Riset Keyword

Memilih keyword hanya karena angkanya paling besar dapat membuat konten menjauh dari pembaca yang ingin dijangkau. Utamakan topik yang berkaitan dengan tujuan website dan dapat Anda bahas secara berguna.

Hindari menyalin judul kompetitor tanpa memahami alasan halaman tersebut muncul. Pelajari bentuk jawaban yang dibutuhkan, lalu cari bagian yang dapat Anda jelaskan dengan lebih baik.

Jangan memasukkan semua variasi keyword ke dalam judul dan paragraf secara berulang. Gunakan kata kunci secara wajar, susun pembahasan yang runtut, dan pastikan setiap bagian membantu pembaca menyelesaikan kebutuhannya.

Untuk latihan pertama, pilih satu kategori bisnis, kumpulkan beberapa kandidat, lalu susun satu rencana halaman yang jelas. Catat alasan pemilihannya agar hasil riset bisa dievaluasi setelah konten berjalan.