Menganalisis backlink website kompetitor membantu Anda mengetahui siapa yang menautkan mereka, halaman apa yang mendapat rujukan, dan peluang mana yang relevan untuk website Anda. Prosesnya mencakup memilih kompetitor yang tepat, memetakan sumber tautan, menilai kualitasnya, menemukan kesenjangan backlink, serta memantau perubahan.
Tujuan analisis ini adalah menyusun prioritas berdasarkan bukti. Banyaknya backlink tidak otomatis menjelaskan mengapa sebuah halaman berada di posisi atas. Kesesuaian konten dengan kebutuhan pencarian, kondisi teknis website, dan kualitas informasi juga perlu dipertimbangkan.
Apa yang Perlu Dipahami Sebelum Menganalisis Backlink?
Backlink adalah tautan dari website lain menuju website Anda atau kompetitor. Referring domain adalah domain unik yang menjadi sumber tautan tersebut. Sepuluh tautan dari satu blog berarti sepuluh backlink, tetapi hanya satu referring domain. Perbedaan ini dijelaskan dalam panduan backlink dan referring domain dari Ahrefs.
Bedakan pula analisis seluruh domain dan analisis satu halaman. Gunakan cakupan domain untuk memahami profil website secara umum. Gunakan cakupan URL yang sama-sama spesifik ketika membandingkan dua artikel atau halaman produk yang menargetkan kebutuhan pencarian serupa.
Siapkan lembar kerja dengan kolom domain sumber, URL sumber, URL tujuan, anchor text, atribut tautan, metrik pendukung, tanggal pemeriksaan, serta tindakan berikutnya. Anchor text adalah teks yang dapat diklik pada tautan. Catatan ini membuat hasil analisis lebih mudah diperiksa kembali.
1. Pilih Kompetitor yang Bersaing pada Kata Kunci yang Sama
Kompetitor bisnis belum tentu sama dengan kompetitor dalam hasil pencarian. Untuk artikel tentang perawatan tanaman, misalnya, pesaing Anda dapat berupa blog edukasi, media, atau toko tanaman yang memiliki panduan lengkap.
Mulailah dengan tiga sampai lima kata kunci yang berkaitan langsung dengan halaman yang akan dikembangkan. Cari setiap kata kunci di Google, kemudian catat halaman organik yang muncul berulang. Pisahkan iklan dari hasil organik dan perhatikan apakah hasilnya didominasi panduan, produk, kategori, atau perbandingan.
Pilih tiga sampai lima kompetitor yang topik, bahasa, dan target pembacanya paling dekat. Jumlah ini merupakan titik awal praktis, bukan aturan SEO. Jika website Anda menawarkan layanan lokal, perhatikan pula wilayah yang dilayani agar perbandingannya relevan.
Simpan URL halaman yang benar-benar bersaing. Jangan langsung membandingkan seluruh backlink sebuah portal besar dengan satu artikel website Anda. Perbedaan cakupan tersebut dapat menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan.
Hasil langkah pertama adalah daftar kompetitor beserta kata kunci, URL target, jenis konten, dan alasan pemilihannya. Daftar ini menjadi dasar untuk semua pemeriksaan berikutnya.
2. Petakan Sumber Backlink dan Halaman Tujuannya
Masukkan domain atau URL kompetitor ke Ahrefs Site Explorer, lalu pilih cakupan yang sesuai. Buka laporan Backlinks untuk memeriksa tautan individual dan Referring domains untuk melihat domain sumber. Nama menu serta akses laporan mengikuti layanan yang tersedia pada akun Anda.
Mulailah dari referring domain agar tautan berulang dari satu situs tidak mendominasi penilaian. Setelah itu, buka rincian backlink untuk melihat URL sumber, halaman tujuan, dan konteks tautannya. Jika mengekspor data, catat waktu pengambilan dan gunakan cakupan yang sama untuk seluruh kompetitor.
Kelompokkan sumber secara sederhana, misalnya media industri, blog relevan, direktori bisnis, komunitas, dan situs mitra. Kemudian perhatikan halaman kompetitor yang paling sering dirujuk. Apakah rujukannya menuju beranda, studi kasus, laporan riset, alat gratis, atau tutorial?
Contohnya, jika beberapa blog mengutip satu laporan kompetitor, periksa bagian yang dikutip. Bisa jadi pembaca membutuhkan data, definisi, atau metode tertentu. Temuan tersebut dapat menjadi ide untuk membuat sumber yang lebih lengkap dan dapat diperiksa.
Jangan menganggap jumlah dalam satu alat sebagai seluruh backlink yang ada di internet. Setiap penyedia memiliki cakupan indeks dan waktu pembaruan berbeda. Gunakan data secara konsisten untuk perbandingan, kemudian verifikasi tautan yang akan ditindaklanjuti.
3. Nilai Kualitas Backlink dengan Konteks dan Metrik
Buka halaman sumber secara langsung. Periksa apakah isinya relevan, tautannya berada pada bagian yang masuk akal, dan halaman tujuan memang membantu pembaca memahami pembahasan. Tautan dalam artikel yang relevan memiliki konteks berbeda dari tautan berulang di footer ribuan halaman.
Periksa apakah tautan masih aktif, menuju halaman yang tepat, atau melewati pengalihan. Tinjau pula atribut seperti nofollow, sponsored, dan ugc melalui laporan alat atau inspeksi tautan di browser. Atribut tersebut memberi konteks tambahan; tautan nofollow tetap dapat mendatangkan pengunjung sehingga tidak perlu langsung diabaikan.
Untuk membandingkan metrik beberapa domain, Anda dapat menggunakan BulkMetrik. Platform ini menampilkan BulkMetrik Rating, Domain Rating, Domain Authority, Page Authority, Spam Score, umur domain, dan IP server. Gunakan hasilnya untuk menyaring sumber yang perlu ditinjau lebih dalam.
Menurut keterangan di situs BulkMetrik, metrik diperoleh melalui integrasi penyedia data, termasuk Ahrefs dan Moz. Hasil dapat memakai data tersimpan yang masih berlaku. Umur domain dan IP menggunakan sumber RDAP dan DNS, sehingga tidak tepat menyebut seluruh kolom berasal dari Ahrefs dan Moz atau selalu diperbarui secara langsung.
BulkMetrik Rating atau BMR adalah skor gabungan platform. Situsnya menjelaskan bahwa BMR dihitung dari DR, DA, PA, dan Spam Score. Umur domain serta IP server melengkapi pemeriksaan, tetapi tidak memengaruhi BMR. Baca panduan metrik BulkMetrik sebelum menggunakannya sebagai dasar perbandingan.
Domain Rating atau DR merupakan metrik Ahrefs pada skala 0 sampai 100 untuk menggambarkan kekuatan profil backlink suatu website. DR berlaku pada tingkat domain. Karena itu, DR tinggi tidak membuktikan bahwa setiap halaman di domain tersebut berkualitas. Penjelasannya tersedia dalam dokumentasi Domain Rating Ahrefs.
Page Authority atau PA merupakan metrik Moz pada tingkat halaman. Pastikan URL yang diperiksa sesuai dengan halaman sumber backlink. Nilai PA beranda tidak bisa langsung dianggap sebagai nilai PA seluruh artikel dalam website tersebut. Gunakan panduan Page Authority Moz sebagai rujukan.
Spam Score membantu menandai kemiripan karakteristik dengan situs yang dinilai bermasalah dalam model Moz. Skor tersebut bukan keputusan penalti Google dan bukan bukti tunggal bahwa sebuah backlink berbahaya. Periksa konten, pola tautan keluar, dan identitas situs bersama penjelasan pada panduan Spam Score Moz.
Umur domain dan IP server adalah informasi pendukung. Domain lama belum tentu memiliki konten yang baik. Beberapa situs dengan IP sama juga belum tentu dimiliki pihak yang sama karena dapat menggunakan hosting bersama atau CDN. Jangan menetapkan suatu jaringan sebagai spam hanya berdasarkan IP.
Hasil langkah ketiga adalah daftar sumber dengan alasan penilaian yang jelas. Hindari keputusan yang hanya berbunyi “DR tinggi” atau “Spam Score rendah”. Tambahkan konteks, misalnya topiknya relevan, halaman aktif, dan rujukannya membantu pembaca.
4. Temukan Peluang melalui Kesenjangan Backlink
Kesenjangan backlink adalah sumber tautan yang sudah merujuk kompetitor, tetapi belum merujuk website Anda dalam cakupan data yang diperiksa. Temuan ini membantu menyusun daftar calon sumber yang perlu ditinjau.
Di Ahrefs, buka Competitive Analysis lalu Link Intersect. Masukkan website Anda sebagai target dan beberapa kompetitor sebagai pembanding. Gunakan cakupan domain untuk membandingkan website atau Exact URL untuk membandingkan halaman tertentu. Tampilkan peluang, lalu buka rincian halaman sumber pada hasil yang relevan. Ikuti panduan Link Intersect Ahrefs jika tampilan menu berbeda.
Dalam ilustrasi tersebut, sebuah blog telah menautkan Kompetitor A dan Kompetitor B. Garis putus menuju website Anda menunjukkan peluang untuk ditinjau, bukan backlink yang sudah aktif. Sebelum menghubungi pengelola blog, periksa apakah konten Anda benar-benar dapat menambah manfaat pada artikelnya.
Tentukan alasan yang wajar bagi pemilik situs untuk merujuk halaman Anda. Contohnya berupa data asli yang mendukung pembahasan, panduan dengan langkah yang lebih jelas, atau alat yang membantu pembaca melakukan perhitungan. Jangan mengirim permintaan tautan tanpa menjelaskan relevansinya.
Jika belum memiliki akses ke Link Intersect, Anda dapat membandingkan ekspor referring domain kompetitor dan website sendiri di spreadsheet. Rapikan nama domain, hilangkan duplikat, lalu cari domain yang muncul pada kompetitor tetapi belum ada pada daftar Anda. Setelah itu, kembali ke laporan backlink untuk memeriksa halaman sumbernya.
Prioritaskan berdasarkan relevansi topik, manfaat bagi pembaca, kualitas halaman sumber, dan kesiapan konten Anda. Fakta bahwa sebuah situs menautkan beberapa kompetitor tidak menjamin situs tersebut akan menautkan Anda.
5. Pantau Backlink Baru, Tautan Hilang, dan Hasil Tindak Lanjut
Simpan hasil awal sebagai pembanding, kemudian ulangi pemeriksaan secara berkala, misalnya setiap bulan atau setelah kampanye konten. Gunakan alat, cakupan, dan cara pengelompokan yang konsisten agar perubahan lebih mudah ditafsirkan.
Tinjau backlink baru untuk memahami konten atau kegiatan kompetitor yang sedang mendapat perhatian. Periksa tautan yang dilaporkan hilang dengan membuka halaman sumber dan tujuan. Tautan dapat hilang karena halaman dihapus, URL berubah, isi diperbarui, atau alat belum berhasil merayapi ulang halaman tersebut.
Jangan menyimpulkan pertumbuhan backlink yang cepat sebagai manipulasi tanpa bukti tambahan. Liputan berita, riset baru, dan peluncuran produk juga dapat menghasilkan banyak rujukan dalam waktu singkat.
Untuk website sendiri, catat calon sumber yang sudah ditinjau, konten yang disiapkan, tanggapan pengelola, dan tautan yang benar-benar terbit. Periksa apakah tautan mengarah ke URL yang tepat serta apakah halaman tujuan tetap dapat diakses.
Evaluasi hasil melalui referring domain relevan yang diperoleh, trafik rujukan, dan kinerja halaman target. Kenaikan skor alat dapat dicatat sebagai informasi tambahan, tetapi perubahan peringkat tidak boleh langsung dianggap sebagai akibat satu backlink tanpa mempertimbangkan perubahan lain.
Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Membaca Backlink Kompetitor
Kesalahan umum adalah mengejar jumlah tautan, menganggap semua sumber kompetitor layak ditiru, dan menyamakan skor pihak ketiga dengan penilaian Google. Hindari pula membandingkan metrik dari tanggal atau cakupan berbeda tanpa mencatat perbedaannya.
Analisis backlink juga bukan alasan untuk membeli tautan demi memanipulasi peringkat atau membuat pertukaran tautan berlebihan. Praktik tersebut dibahas dalam kebijakan Google tentang link spam. Fokuskan tindak lanjut pada konten yang layak dirujuk dan hubungan editorial yang relevan.
Mulailah dari satu halaman penting dan beberapa kompetitor yang paling sesuai. Petakan sumbernya, gunakan BulkMetrik untuk membantu membandingkan metrik domain, lalu periksa kualitas setiap peluang secara langsung. Hasil analisis yang berguna adalah daftar tindakan dengan alasan yang jelas dan bisa dievaluasi kembali.