Pertanyaan ini muncul terus di forum dan grup SEO sejak AI Overviews masuk ke hasil pencarian Google: kalau jawaban sekarang muncul langsung di atas dan orang tidak lagi mengklik, apakah masih ada gunanya mengukur DA, DR, atau Spam Score sebuah domain?

Jawaban singkatnya: sebagian relevansinya turun tajam, sebagian lagi justru naik — dan yang membingungkan banyak orang adalah keduanya terjadi bersamaan.

Sebelum lanjut, satu pengungkapan yang perlu: kami adalah perusahaan yang menjual alat pengukur metrik domain. Kami punya kepentingan agar Anda menjawab "ya masih relevan". Baca artikel ini dengan skeptisisme yang sepadan, dan periksa sendiri argumennya.

Kekeliruan yang mendasari pertanyaannya

Sebagian besar perdebatan soal ini berangkat dari asumsi yang keliru sejak awal: bahwa DA dan DR dulu pernah menjadi faktor peringkat Google, lalu sekarang tidak lagi.

Keduanya tidak pernah menjadi faktor peringkat.

  • Domain Authority adalah model buatan Moz yang memprediksi peluang sebuah domain muncul di hasil pencarian. Moz menyusunnya dari indeks tautan mereka sendiri.
  • Domain Rating adalah model buatan Ahrefs yang mengukur kekuatan profil tautan, dihitung dari indeks tautan Ahrefs.
  • Spam Score adalah estimasi Moz tentang seberapa mirip sebuah domain dengan domain yang pernah dikenai penalti.

Ketiganya adalah estimasi pihak ketiga. Google tidak menghitungnya, tidak menerimanya, dan tidak menggunakannya. Perwakilan Google menyatakan hal ini berulang kali selama bertahun-tahun.

Jadi pertanyaan "apakah metrik domain masih relevan setelah AI search" mengandung premis yang salah. Yang lebih tepat ditanyakan: untuk keperluan apa metrik ini dipakai, dan apakah keperluan itu berubah?

Catatan: Google punya konsep otoritas situsnya sendiri

Ada nuansa penting di sini. Dokumentasi internal Google yang bocor ke publik pada 2024 memperlihatkan adanya atribut bernama siteAuthority di dalam sinyal kualitas mereka.

Artinya Google memang menghitung semacam otoritas tingkat situs — sesuatu yang selama bertahun-tahun dinyatakan tidak ada.

Tapi jangan salah baca: siteAuthority milik Google bukan DA milik Moz. Perhitungannya berbeda, datanya berbeda, dan nilainya tidak pernah dipublikasikan. Yang bisa disimpulkan hanyalah: konsep "situs ini lebih tepercaya daripada situs itu" memang ada di sistem Google. Bukan bahwa angka DA Anda adalah angka yang dipakai Google.

Yang benar-benar berubah: ekonomi trafiknya

Perubahan nyata dari AI search bukan pada cara Google menilai situs, melainkan pada berapa banyak orang yang mengklik setelah melihat hasilnya.

Beberapa temuan yang dilaporkan sepanjang 2025:

  • Penelitian Pew Research menemukan pengguna mengklik tautan hasil pencarian jauh lebih jarang ketika ringkasan AI ditampilkan, dibanding ketika tidak ada.
  • Analisis Ahrefs atas ribuan kata kunci melaporkan penurunan rasio klik yang signifikan pada posisi teratas ketika AI Overview hadir di halaman.

Angka pastinya bervariasi antar studi karena metodologinya berbeda, dan sebaiknya jangan dikutip sebagai kebenaran tunggal. Tapi arahnya konsisten di semua penelitian: peringkat yang sama menghasilkan kunjungan yang lebih sedikit dibanding dua tahun lalu.

Dan dampaknya tidak merata. Yang paling terpukul adalah kueri informasional bertipe definisi — "apa itu X", "berapa Y", "kapan Z". Justru jenis konten yang selama ini paling mudah diproduksi massal, dan paling sering jadi alasan orang membeli domain expired.

Yang relatif bertahan adalah kueri transaksional, komparatif, navigasional, dan kueri yang menuntut alat, data, atau pengalaman langsung — hal-hal yang tidak selesai hanya dengan satu paragraf jawaban.

Konsekuensinya bagi pembeli domain expired

Di sinilah relevansi metrik betul-betul menurun, dan ini perlu dikatakan terus terang.

Model bisnis lama berbunyi kira-kira begini: beli domain expired dengan DA tinggi, isi dengan artikel informasional dalam jumlah besar, dapatkan trafik dari mesin pencari, monetisasi dengan iklan.

Rantai itu putus di mata rantai ketiga. Peringkatnya mungkin masih bisa diraih, tapi trafik yang dihasilkannya sudah tidak sebesar dulu — terutama untuk jenis konten yang paling sering dipakai model ini.

Maka: jika alasan Anda membeli domain expired adalah DA-nya tinggi sehingga bisa cepat ranking untuk konten informasional, nilai ekonomi strategi itu memang sudah turun. Bukan karena metriknya tidak akurat, tapi karena hasil akhir yang dikejarnya sudah menyusut.

Yang sama sekali tidak berubah: risikonya

Ini bagian yang paling sering luput.

Metrik domain punya dua fungsi yang sangat berbeda, dan orang cenderung mencampurnya:

FungsiPertanyaan yang dijawabTerdampak AI search?
Prediksi"Seberapa cepat domain ini bisa ranking?"Ya, menurun
Penyaringan risiko"Apakah domain ini aman dibeli?"Tidak sama sekali

Fungsi kedua tidak tersentuh oleh AI search, karena pertanyaannya sama sekali bukan soal peringkat.

Domain dengan profil tautan beracun tetap beracun. Domain bekas situs judi online tetap membawa anchor text judi. Domain yang pernah kena tindakan manual tetap membawa riwayatnya. Domain yang masuk daftar blokir nasional tetap tidak bisa dibuka pengunjung Indonesia. Domain yang masuk daftar hitam reputasi email tetap membuat kiriman Anda masuk folder spam.

Tidak satu pun dari masalah itu berkurang karena Google menampilkan ringkasan AI. Semuanya adalah properti domain, bukan properti hasil pencarian.

AI search mengubah seberapa besar hadiah yang bisa Anda menangkan. Ia tidak mengubah sedikit pun besarnya kerugian kalau Anda salah beli.

Bahkan bisa dibilang sebaliknya: ketika imbal hasil menurun, toleransi terhadap kesalahan justru menyempit. Dulu, membeli domain bermasalah masih bisa tertutup oleh trafik berlimpah dari konten lain. Sekarang marginnya lebih tipis, dan satu domain yang salah beli lebih terasa.

Yang metrik domain tidak bisa ukur

Ini keterbatasan yang jujur harus kami akui, karena tidak mengakuinya akan membuat seluruh artikel ini tidak berguna.

Ketika sistem AI memilih sumber untuk dikutip, yang dilihatnya bukan skor otoritas pihak ketiga. Dari pengamatan yang berkembang sepanjang 2025, faktor yang tampak lebih berpengaruh adalah:

  • Penyebutan merek di berbagai sumber, termasuk yang tanpa tautan sama sekali.
  • Kehadiran sebagai entitas yang dikenali — disebut di sumber rujukan, direktori industri, pemberitaan.
  • Dikutip di tempat yang sering dijadikan rujukan model, termasuk forum diskusi dan situs tanya-jawab.
  • Kejelasan dan struktur konten — halaman yang menyatakan jawaban secara eksplisit lebih mudah dikutip daripada yang berputar-putar.
  • Data atau pengalaman orisinal yang tidak tersedia di tempat lain.

Tidak satu pun dari daftar itu terukur oleh DA, DR, atau Spam Score.

Jadi kalau pertanyaannya adalah "apakah metrik domain cukup untuk strategi pencarian saya di 2026" — jawabannya tegas: tidak cukup, dan memang tidak pernah cukup. Metrik ini mengukur satu dimensi saja, yaitu kesehatan profil tautan sebuah domain. Ia tidak pernah dirancang untuk mengukur yang lain.

Kerangka yang lebih berguna

Alih-alih bertanya "apakah metrik masih relevan", ajukan tiga pertanyaan terpisah. Masing-masing dijawab oleh alat yang berbeda.

PertanyaanDijawab olehStatus 2026
Apakah domain ini membawa masalah warisan?Spam Score, profil backlink, anchor text, riwayat arsipTetap penting
Seberapa cepat domain ini bisa ranking?DA, DR, domain perujukMasih berguna, nilainya menurun
Apakah situs ini akan dikutip AI?Penyebutan merek, entitas, orisinalitasTidak terukur metrik domain

Kesalahan yang paling mahal bukan memakai metrik domain. Kesalahan yang paling mahal adalah memakainya untuk menjawab pertanyaan yang bukan wilayahnya — lalu menyimpulkan metriknya tidak berguna ketika jawabannya meleset.

Lima implikasi praktis

  1. Turunkan bobot DA sebagai alasan membeli. Kalau satu-satunya daya tarik sebuah domain adalah DA-nya tinggi, itu alasan yang jauh lebih lemah di 2026 dibanding 2022.
  2. Naikkan bobot pemeriksaan risiko. Spam Score, anchor text, dan riwayat domain justru makin menentukan, karena ruang untuk salah makin sempit.
  3. Prioritaskan domain dengan merek yang bisa dibangun. Nama yang bisa disebut orang punya nilai yang tidak dimiliki nama penuh kata kunci — dan penyebutan itulah mata uang di lingkungan AI.
  4. Hentikan model konten informasional massal. Segmen itu yang paling habis dimakan ringkasan AI. Alihkan ke konten yang punya alat, data, atau pengalaman di dalamnya.
  5. Ukur yang benar. Berhenti mengukur peringkat saja; mulai pantau juga apakah merek Anda disebut dan dikutip di jawaban AI.

Kesimpulan

Metrik domain tidak menjadi tidak relevan. Yang terjadi adalah wilayah kegunaannya menyempit menjadi lebih jelas.

Sebagai prediktor trafik, nilainya menurun bersamaan dengan menyusutnya trafik itu sendiri. Sebagai penyaring risiko, nilainya utuh — dan pada praktiknya malah bertambah, karena biaya salah beli kini lebih sulit ditutup.

Yang berubah bukan metriknya. Yang berubah adalah pertanyaan yang seharusnya Anda ajukan kepadanya.

Dulu: "Seberapa besar yang bisa saya menangkan dari domain ini?"
Sekarang: "Seberapa besar yang bisa saya rugikan kalau salah menilai domain ini?"

Untuk pertanyaan kedua, metrik domain masih merupakan jawaban terbaik yang tersedia.

Cek satu domain gratis · Panduan membaca metrik